Apakah ada kaitan kelelawar degan perubahan iklim?,"bumi makin panas menurunkan populasi hewan ini".ujar Ibnu Maryanto peneliti kelelawar dari Museum Zooloicum Bogoriense .Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia.
Ibnu yang meneliti kelelawar selama 25 tahun ,mengetahui perubahan populasi dengan tehnik sederhana,Dia membandingkan jumlah kelelawar yang bisa di jaring dalam rentang waktu yang berbeda pada tempat yang sama ,pengumpulan sampel menggunakan jaring ini lazim di gunakan untuk meniliti kelelawar.
Lima belas tahun silam ia mampu menjaring 15-20 sampai dalam waktu 4 jam ,namun perubahan besar besar dalam belasan tahun berikutnya. Pada 2009 dengan menggunakan jaring yang sama ,ia hanya sanggup menggumpulkan satu atau dua kelelewar dalam waktu empat jam.
"Suhu meningkat,kelelawar bermigrasi ke tempat lain yang sesui dengan suhu normal".ujarnya.
Perubahan iklim juga dapat menggeser pola cuaca sehingga merusak siklus panen .faktor ini juga bisa memperbesar migrasi kelelawar karena harus mencari pohon dari daerah lain yang sedang berbuah.
Menurut Ibnu ,kelelawar Jawa bisa berpindah ke Kalimantan untuk mendapatkan Nutrisi,biasanya hewan ini kembali .namun jika iklim terus berubah,unkin saja kelelawar mencari tempat yang tinggi.Padahal Kelelawar adalah binatang endemik lokal... (Sumber tempo)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar